Bima Arya Paparkan Perubahan Kota Bogor di ASEAN + Youth Summit 2023

Bogor

“Contohnya untuk menghijaukan wilayah perkampungan, kami mendorong Urban Farming untuk pemenuhan kebutuhan pribadi dan juga lingkungan yang lebih sehat. Ada sekitar 500 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berdiri di seluruh penjuru kota dan di hampir semua wilayah,” terangnya.

Ia menjelaskan, untuk mobilisasi yang lebih sehat, pihaknya juga mendorong warga untuk berjalan kaki dan bersepeda dengan menyediakan area pedestrian dan jalur sepeda dan berhasil membangun 30 kilometer area pedestrian di area kota selama sembilan tahun terakhir. Area pedestrian dan ruang terbuka yang dibangun kini menjadi kawasan favorit warga untuk berlari dan berolahraga.

“Kami juga membangun gelanggang olahraga di setiap kecamatan, tidak hanya di pusat kota. Setidaknya seluas 1 hektar di tiap kecamatan,” katanya.

Baca Juga  Resmikan Dua Puskesmas dan Labkesda, Bima Arya Titip Preventif dan Promotif

Pada sistem transportasi, Bima Arya menuturkan, di Kota Bogor ada Bis Kita sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan dan polusi. Melalui program konversi tiga angkot menjadi satu bus. Sampai saat ini sudah ada 49 bus dengan persentase muatan lebih dari 75 persen.

Sementara di program energi terbarukan melalui kendaraan listrik, Kota Bogor sudah mempunyai 15 charging station untuk mendorong penggunaan energi terbarukan.

“Demi mewujudkan permukiman sehat yang terjangkau kami merenovasi ribuan rumah untuk memperbaiki kondisi kelayakan hidup bagi warga yang membutuhkan. Tahun ini kami akan merenovasi empat ribu RTLH dengan nominal sebesar Rp 20 juta per-unit,” ucapnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan, pada pengelolaan sampah ada program daur ulang dan pengurangan sampah yakni BOTAK (Bogor Tanpa Plastik) dilakukan sebagai upaya untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan hijau. Lewat program BOTAK di Kota Bogor melarang penggunaan kantong plastik di supermarket dan pasar tradisional.

Pos terkait