Keberadaan perpustakaan Kota Bogor ke depan kata Dedie, harus dipikirkan sebagai tempat berkumpulnya semua karya-karya keilmuan terkait dengan kesundaan, sejarah sunda, literatur teknologi, seni budaya sunda. Karena itu perpustakaan ke depan harus fokus dan diarahkan menjadi satu tema yang bisa menjadi pembelajaran bagi semua orang, tidak hanya warga Kota Bogor.
Selanjutnya masih tentang kesundaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah berikhtiar membangun satu tempat lainnya yang akan menampilkan segala karya seni budaya dan karsa yang berbudi luhur berbasis kesundaan, yaitu Bumi Ageung Batutulis.
“Keberadaan Bumi Ageung Batutulis akan menjadi tujuan para siswa Kota Bogor belajar tentang literasi dan sejarah sunda dengan harapan bisa membangun karakter sunda Bogor. Demikian juga dengan yang lainnya, kita bangun fungsi-fungsi yang bertujuan membangun seni budaya kesundaan,” tegas Dedie.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Deddy Karyadi diawal menegaskan budaya lokal memiliki nilai-nilai kearifan yang luar biasa yang bisa membentuk karakter anak-anak. Penguatan karakter menjadi satu-satunya cara menjaga dan menyelamatkan anak didik di tengah dinamika yang terjadi di era modern.








