“Ini momentum bagi teman-teman semua untuk bisa lebih memaknai apa arti memimpin. Saya tidak sendirian, ada para mentor dan sahabat saya yang akan membantu teman-teman memaknai arti kepemimpinan,” ujarnya.
Ia menuturkan, memimpin bukan hanya sekedar menjalankan kekuasaan, memimpin juga bukan hanya sekedar diapresiasi karena memberikan arti. Memimpin jauh lebih mulia daripada itu semua. Memimpin adalah tentang fleksibilitas, tidak bisa terlalu ambisius atau permisif. Kadang ada pemimpin yang terlalu ambisius untuk mencapai target-target tertentu, sementara stafnya tidak sanggup.
“Pemimpin tidak boleh ambisius menyamakan dengan standarnya, tapi pemimpin juga tidak boleh terlalu permisif,” katanya.








