Program alternative development tidak hanya berhasil mengubah mindset petani ganja dengan beralih profesi sebagai petani komoditi unggulan, tetapi juga berdampak nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan ekonomi serta pendapatan dari hasil komoditi unggulan tersebut.
Keberhasilan program alternative development salah satunya dapat dilihat pada pencapaian program yang dilakukan BNN RI di Kabupaten Gayo Lues melalui budidaya komoditi kopi. Bekerja sama dengan PT Ujang Jaya International, petani binaan BNN RI di kawasan Kabupaten Gayo Lues dibawah naungan KSU Gayo Coffee Mountain Leuser menerima harga yang sepadan untuk setiap hasil panen biji kopi.
Program alternative development ini melibatkan 207 orang petani yang tergabung dalam 27 kelompok petani, dengan total lahan program alternative development di Kabupaten Gayo Lues adalah seluas 250 hektar, yang tersebar di 4 (empat) titik lokasi, yaitu di Kec. Pantan Cuaca, Kec. Blang Kejeren, Blang Pegayon, dan Blang Jerango.








