Selain itu, Siska juga menilai reposisi tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah dan antara daerah dengan desa atau kelurahan seperti yang diamanatkan dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu. Siska berharap Tim Pembina Posyandu mampu melakukan pembinaan dan pengawasan secara berjenjang serta hubungan antara tim pembina pada setiap level pemerintahan.
“Peringatan Hari Posyandu Nasional 2025 yang dipusatkan di Desa Cibukamanah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, diharapkan dapat menghadirkan kondisi riil bagaimana posyandu telah bertansformasi untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi Masyarakat. Kami juga berharap transformasi yang dilakukan di sini dapat menjadi contoh bali seluruh posyandu di Jawa Barat, bahkan di seluruh Indonesia,” harap Siska.
Sementara itu, Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian menjelaskan bahwa transformasi Posyandu dilakukan dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Tri menekankan bahwa transformasi peran posyandu menjadi sangat penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Tri menegaskan posyandu berkomitmen mendukung penerapan enam SPM secara luas. Upaya ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Enam pelayanan ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan dalam Asta Cita Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Wapres Gibran. Posyandu dapat program pemerintah, salah satunya adalah penyediaan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kita membantu di sini 20 rumah di mana programnya 10 rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat dan 10 dari Kabupaten Purwakarta,” ujar Tri.








