Lebih lanjut, Jenal Mutaqin menjabarkan bahwa aplikasi Bogor Besti memuat lima kategori sasaran, yakni bayi bawah dua tahun (baduta), bayi bawah lima tahun (balita), ibu hamil, ibu nifas, serta calon pengantin (catin). Data dihimpun per-RW dan diperbarui oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tiga orang per-RW dengan total lebih dari 2.400 TPK terlibat dalam pemutakhiran data setiap harinya.
“Yang mengisi dan meng-update adalah Tim Pendamping Keluarga, totalnya lebih dari 2.400 TPK yang bertugas mengawasi dan memperbarui data dalam aplikasi Bogor Besti,” jelasnya.
Jenal Mutaqin juga mengungkapkan bahwa angka stunting Kota Bogor saat ini berada pada angka 1.491 dan terus menunjukkan penurunan. Berkat berbagai inovasi, termasuk pengembangan aplikasi ini, Kota Bogor berhasil meraih predikat sebagai Kota Terinovasi se-Jawa Barat dalam penanganan stunting.
“Insyaallah inovasi ini semakin memotivasi kami dan meyakinkan para donatur serta stakeholder bahwa bantuan yang diberikan sangat dibutuhkan dan benar-benar bermanfaat,” pungkasnya. (*)








