Dari Data Ke Aksi : BNN Perkuat Strategi Ke Penanggulangan Narkoba Berbasis Komprehensif

BNN

Hasil survei prevalensi penyalahguna narkoba pada periode 2023 – 2025 tercatat 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta penduduk Indonesia. Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan angka prevalensi penyalahguna narkoba pada tahun 2023 yang berada pada angka 1,73 persen.

Ketua tim peneliti pengukuran prevalensi penyalahgunaan narkoba periode 2023 – 2025 yang juga merupakan peneliti ahli utama BRIN, Mashuri Imron, mengungkapkan bahwa angka tersebut masih dikatakan sebagai under value. Ia dan para peneliti meyakini bahwa realita penyalahguna yang sebenarnya berada jauh di atas angka tersebut.

Lebih jauh dalam penjelasannya, Mashuri Imron menyampaikan bahwa dari survei yang dilakukan terhadap usia produktif dalam rentang 15 – 64 tahun secara nasional di 34 provinsi dan 134 kota/kabupaten, kondisi lingkungan sosial menjadi faktor utama dari penyalahgunaan narkoba yang terus meningkat.

Baca Juga  Tingkatkan Kunjungan Wisatawan di Kota Bogor, Disparbud Gandeng PWI

Pos terkait