Berdasarkan data hasil survei prevalensi penyalahguna narkoba 2023 – 2025, BNN pun telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis yang saat ini juga tengah berjalan secara paralel, di antaranya Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), program Aksi Nasional Anti Narkotika dan Ketahanan Bangsa dimulai Dari Anak) ANANDA Bersinar, dan pemulihan kampunga harapan Bersih Narkoba (Bersinar).
Berbagai program yang dirancang oleh BNN tersebut menjadi bukti nyata bahwa upaya penanggulangan narkoba tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga menitikberatkan pada pendekatan pencegahan, edukasi, dan pemulihan yang berkelanjutan. Melalui strategi yang menyasar keluarga, lingkungan pendidikan, hingga komunitas berbasis wilayah, BNN berupaya membangun ketahanan sosial sejak dini sebagai benteng utama dalam menghadapi ancaman narkotika.
Pendekatan komprehensif ini diharapkan mampu menekan laju peningkatan prevalensi penyalahgunaan narkoba sekaligus menjaga kualitas sumber daya manusia Indonesia di tengah tantangan bonus demografi. (*)








