Menurut Wihaji, program MBG 3B memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan keluarga. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam negara yang menjadi fondasi keberhasilan pembangunan nasional.
“Kalau ingin memperbaiki negara, maka perbaiki dulu keluarganya. Dalam bidang apa pun, jika pembangunan ingin berhasil, keluarga harus menjadi titik awal perbaikan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan peran penting Tim Pendamping Keluarga (TPK), khususnya para ibu, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan keluarga dan pencegahan stunting.
“Mulainya dari para ibu di Tim Pendamping Keluarga yang memberikan edukasi, minimal kepada diri sendiri. Karena masyarakat Indonesia lebih suka melihat contoh daripada sekadar diperintah,” ujarnya.
Selain menghadiri kegiatan temu TPK di Aula Lautan Berlian, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Wihaji juga mengunjungi SPPG Cipanas Sindangjaya 5 untuk melihat langsung proses pengelolaan dan produksi MBG 3B.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengunjungi keluarga berisiko stunting (KRS) sekaligus menyerahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) serta bantuan nutrisi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).








