“Tentu harus konsisten kita laksanakan dengan berbagai tantangan. Insyaallah bertahap, namun akan terwujud juga nanti suatu saat kantor pemerintahan yang representatif untuk Kota Bogor dan warga yang sejahtera,” sambungnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan bahwa seperti yang disampaikan Dedie Rachim, pembangunan jalan bukan sekadar membuka akses, namun menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan kawasan di wilayah timur Kota Bogor ke depan serta konektivitas antarkawasan.
“Jadi yang pertama adalah mengurangi kemacetan di sekitar pusat kota. Yang kedua, mempercepat mobilitas warga dan logistik antarwilayah. Yang ketiga, mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor dan kawasan ini,” ujarnya.
Pada peletakan batu pertama ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU kemitraan dengan PT Kharisma Tangguh Persada (KTP) dalam rangka penataan simpang geometrik akses Jalan Parung Banteng menuju akses on ramp Tol Jagorawi dan sekitarnya.
Sehingga ini akan menambah konektivitas kawasan, sebab pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan infrastruktur membutuhkan sinergi dengan stakeholder, pihak swasta, dan masyarakat.
“Gerbang yang utama melalui aset lahan milik pengembang dan di tengah simpang jalan akan dibuat pulau jalan yang dibentuk taman. Kedua, dibangunnya simpang geometrik berupa bundaran taman untuk menata lalu lintas keluar-masuk Jalan Tol Jagorawi yang sekarang sudah beroperasi, demi kelancaran dan keselamatan lalu lintas,” ujar Esti.
Direktur PT KTP, Cornelius Widjaja, mengatakan bahwa kegiatan hari ini merupakan langkah awal dari sebuah kolaborasi yang memiliki makna besar bagi masa depan Kota Bogor.








