“Nah adaptasi ini di jalankan melalui berbagai macam kegiatan, kita sudah membuat jadwal materi MPLS dari mulai wawasan Wiyata Mandala, memperkenalkan ruang-ruangan yang ada di sekolah dan kemudian ada juga tentang bagaimana berinteraksi dengan teman temannya seperti pendidikan karakter, ada juga tentang materi kepolisian karena kita juga berkerjasama dengan dari luar, ada dari kepolisian, DP3A, satgas, puskesmas hingga banyak yang lainnya,” tuturnya.
Hal yang sama ditambahkan juga oleh Dewi Marlinda selaku Ketua Panitia MPLS di SMPN 11, berbagai materi setiap tahunnya hampir sama tidak ada yang berbeda, seperti wawasana kebangsaan, tata tertib dan kedisiplinan yang diberikan oleh pihak TNI-Polri yang disampaikan melalui Babinsa dan Babhinkamtibmas wilayah Kelurahan Sempur.

” Berbagai materi diberikan kepada anak-anak baru dalam kegiatan MPLS ini, seperti kedisiplinan kemudian tata cara berprilaku siswa oleh pihak satgas pelajar dan dari unsur TNI-Polri yang memberikan materi yang sama. Kita sekarang sudah beralih ke sekolah ramah anak, maka hingga sekarang sudah ditiadakan perploncoan, bentak-bentak atau bullying dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) sebelum beralih ke MPLS,” tandasnya.
Jadi pada dasarnya, siswa harus mendapatkan hak-haknya dan menjaga perilaku perilaku yang menjurus ke arah negatif, seperti tawuran dan yang lainnya. Dan pihak sekolah pun sudah banyak melakukan antisipasi akan hal itu.








