” Kami dari pihak kesiswaan terutama, dalam mengantisipasi tawuran, melalui patroli seusai jam bubar sekolah setiap hari dan kemudian membangun kerjasama dengan luar seperti Babinsa dan Babhinkamtibmas, satgas pelajar luar, Park Ranger dan termasuk pak ogah di sekitar area jalan utama, ini sangat membantu,” kata Dewi yang menjabat juga sebagai Waka Kesiswaan di SMPN 11.
Pihak sekolah pun sejak awal sudah mensosialisasikan terkait aturan dan tata tertib serta sanksi apa saja jika melanggar secara tertulis dan jelas pihak orang tuanya pun mengetahuinya. Dan termasuk janji pelajar Kota Bogor yang sering digaungkan disetiap upacara bendera.
” Memang sejauh ini, kita selaku menekan jalinan komunikasi pihak sekolah yang melalui wali kelas dengan pihak melalui orang tua murid, dalam hal pemantauan. Karena kegiatan diluar, memang bukan tanggungjawab kami lagi, tetapi pihak sekolah pun tetap memiliki tanggungjawab yang sama dalam mengingatkan kegiatan anak-anak didiknya diluar jam sekolah,” tambahnya.
Ia berharap, dengan materi – materi yang diberikan selama MPLS bisa bermanfaat dan ada dampak positif bagi siswa baru di SMPN 11, serta yang terpenting siswa mampuh menyerap semuanya, hingga bisa diaplikasikan dalam kegiatan disekolah maupun diluar sekolah.








