Syarifah mengatakan, saat ini kondisi aspal di terminal Bubulak sudah semakin parah dengan lubang-lubang yang semakin besar. Pihaknya pun melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), namun memang tidak ada anggarannya apalagi jika ingin dibetonisasi memerlukan anggaran besar.
“Jadi untuk penanganan sementara karena ini sudah banyak lubang yang besar, kita tambal dengan bongkahan-bongkahan aspal hasil dari koordinasi dengan pemilik AMP yang memperbolehkan bongkahan aspalnya dipakai sama PUPR untuk menutup lubang di Terminal Bubulak,” jelasnya.








