“Kalau dimintai bayaran pasti berat, jadi konsepnya infak seikhlasnya. Dari uang itu anak-anak bisa dapat alat tulis, mainan edukatif, dan kegiatan belajar. Tujuannya bukan sekadar penitipan, tapi pembinaan karakter sejak dini,” ujarnya.
Selain meninjau Tamasya An Nisa, Menteri Wihaji juga mengunjungi rumah warga yang termasuk kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kecamatan Caringin. Dalam kunjungan tersebut, ia menyalurkan bantuan berupa renovasi rumah, perbaikan MCK, pengobatan, serta dukungan kepesertaan BPJS Kesehatan.
“Kami ingin memastikan keluarga berisiko stunting mendapatkan pendampingan langsung. Tidak hanya anaknya yang sehat, tapi ibunya juga bahagia dan lingkungannya mendukung. Karena dari keluarga yang kuat akan lahir generasi emas Indonesia,” tutur Wihaji menutup kunjungannya. (*)
—








