“Tidak mungkin berbicara 2045 dengan mengabaikan dinamika otonomi daerah. Kalau itu dimulai dari Bogor, saya bahagia, berbangga, mudah mudahan berkah dan memberikan manfaat. Dari Bogor untuk Indonesia,” kata Bima Arya yang juga Ketua Dewan Pengurus Apeksi.
Ketua MPD ICMI, Sudirman Said menyampaikan, simposium ini bermaksud dapat menghimpun pemikiran dan ide terbaik, proses pembelajaran maupun praktik-praktik dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga pada pemerintahan mendatang menjadi blueprint bagaimana implementasi otda menuju 100 tahun kemerdekaan.
Tema yang diangkat dalam simposium ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu krusial berkaitan pelaksanaan otda selama ini, mampu merumuskan peta jalan atau roadmap bagaimana memberikan rekomendasi untuk penguatan otda ke depan dan berharap mampu memberikan masukan pasca atau pada pemerintahan 2024 ke depan.
“Otda merupakan hasil terpenting dari reformasi 1998 dan setelah 25 tahun melaksanakan kebijakan ini sudah waktunya untuk di review kembali segala aspek strategis dan juga aspek policy serta implementasi dari otda,” katanya.
ICMI kata Sudirman Said, khusus MPD memiliki pandangan kuat bahwa desentralisasi adalah pilihan jalan terbaik dalam mengelola bangsa negara yang tidak saja besar tetapi juga majemuk dan memiliki kompleksitas tinggi. Sentralisasi bukan pilihan yang tepat, karena itu Ketua ICMI memberikan arahan dan penekanan untuk mengkaji kembali implementasi dari otda yang diharapkan bisa memberikan penguatan ke depan.








