Pengarusutamaan Gender Jadi Perencanaan di Perangkat Daerah

Gender

SANGA.ID. Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan bahwa di Kota Bogor pengarusutamaan gender diturunkan menjadi perencanaan dari kegiatan-kegiatan pada semua perangkat daerah.

Ada yang sifatnya fisik bahwa pembangunan yang dilakukan harus ramah bagi perempuan dan anak-anak. Sementara sifatnya non fisik juga dilakukan dalam bentuk edukasi, desiminasi, brainstorming atau yang lebih bersifat ideologis.

Hal ini disampaikannya pada seminar dan sharing motivation yang dilaksanakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor  memperingati Hari Perempuan Internasional di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor, Sabtu (2/3/2024).

Melihat data pada APBD Kota Bogor, ada Rp 325 miliar yang dialokasikan sebagai  konsistensi dan komitmen Kota Bogor pada pembangunan berkelanjutan untuk pengarusutamaan gender, baik kegiatan fisik maupun non fisik.

Baca Juga  Bima Arya dan Dedie Rachim Silaturahmi ke Mantan Wali Kota dan Danrem

“Semuanya harus dilakukan assessment dan monitoring. Ada empat pilar dari pengarusutamaan gender yang dijadikan indikator, sejauh mana Wali Kota Bogor dan jajaran memiliki komitmen dan konsistensi untuk hal tersebut,” kata Bima Arya.

Pos terkait